Friday, 28 October 2011

Masih terbayang di ruangan mataku

Masih terbayang di ruangan mataku
Saat indah bersamamu dulu
Masihku ingat janji manismu
Bertakhta di hatiku

Di kala itu engkau lah bintang
Menyuluh malam yang kegelapan
Tetapi kini tiada lagi
Tinggal aku sendiri

Percintaan ini amat memilukan
Perpisahan ini sungguh menyakitkan
Namun apa daya terpaksa ku telan semua kepahitan
Kepiluan ini meracun hidupku
Kesunyian ini membunuh jiwaku
Tergamak kau sayang
Melihat diriku dalam kesedihan
Dipermainkan olehmu

Sia–sia saja percintaan ini
Tak bisa sampai ke puncaknya
Sekelip mata hilang semuanya
Yang tinggal hanya airmata

Percintaan ini amat memilukan
Perpisahan ini sungguh menyakitkan
Namun apa daya terpaksa ku telan semua kepahitan

Kepiluan ini meracun hidupku
Kesunyian ini membunuh jiwaku
Tergamak kau sayang
Melihat diriku dalam kesedihan
Dipermainkan olehmu

Sia–sia saja percintaan ini
Tak bisa sampai ke puncaknya
Sekelip mata hilang semuanya
Yang tinggal hanya airmata

ada kah cINta ku ini hnya kAmu....

ada kah cINta ku ini hnya kAmu.... dmanakah kmu brada.... Puas
kU mcari Mu tk jUa ku temui....

cinta dan kentut

CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara, KENTUT ditahan = Menderita

Kalau CINTA dan KENTUT keras bersuara, tentu perasaan kita lega.
...
CINTA terkesan malu-malu tapi mau, KENTUT bikin malu-maluin baunya.

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.

CINTA itu rapuh, KENTUT itu bau.

CINTA itu halus, KENTUT itu virus.

CINTA diam-diam membuat orang mabuk kepayang, KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepalang.

CINTA bagi kebanyakan orang muda, “Ahhh, CINTA monyet…!”

KENTUT didepan banyak orang, “Sialan, monyet lu…!”

CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:

Kalau sudah CINTA: “Dimana engkau duhai kekasih?”

CINTA berlebih membuat orang terbuai, KENTUT berlebih membuat orang terkulai.

CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.